Sunday, October 22, 2017

Kisah Sukses Pendiri Aqua

Kisah Sukses Pendiri Aqua - Berawal dari sebuah ruangan berisi tiga lemari kayu, terpajang rapi produksi Aqua. Sebuah meja bundar dan meja kerja mengisi ruangan tersebut. Dari ruangan itulah Tirto Utomo mengawali lahirnya Aqua tahun 1973. “Meja ini adalah meja yang digunakan pendiri,” ucap Willy Sidharta, Presiden Direktur PT. Aqua Golden Missisippi Tbk.

Kisah Sukses Pendiri AQUA

Belajar Dari Sebuah Peristiwa


Tirto Utomo merupakan warga asli Wonosobo. Ketika bekerja sebagai pegawai Pertamina di awal tahun 1970-an Tirto ditugaskan untuk menjamu delegasi sebuah perusahaan Amerika Serikat. Namun jamuan itu terganggu ketika istri ketua delegasi terserang diare disebabkan karena mengkonsumsi air yang tidak bersih. Tirto kemudian mengetahui bahwa tamu-tamunya yang berasal dari negara tersebut tidak terbiasa minum air yang direbus, tetapi air yang telah disterilkan.

Inisiatif bisnis pun muncul. Tirto mulai mempelajari cara memproses air minum dalam kemasan bersama dengan saudara-saudaranya. Adiknya, Slamet Utomo diminta magang di Polaris, yaitu sebuah perusahaan AMDK yang ketika itu telah beroperasi 16 tahun di Thailand. Tidak mengherankan jika awalnya produk Aqua menyerupai Polaris mulai dari bentuk botol , merk mesin pengolah air, sampai mesin pencuci botol dan pengisi air.

Sejarah Penamaan Aqua


Kisah Sukses Pendiri AQUA

Usai mengerti cara kerja pembuatan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), Tirto mulai men­dirikan pabrik pertamanya di Pondok Ungu, Bekasi, dan menamai pabrik itu dengan nama “Golden Missisippi” dengan kapasitas produksi 6 juta liter per tahun.

Tirto sempat ragu dengan nama Golden Missisippi yang meskipun cocok dengan target pasarnya, tetapi terdengar asing di telinga orang Indonesia. Konsultannya, Eulindra Lim, mengusulkan untuk menamakan produknya dengan nama Aqua karena cocok dengan imej air minum dalam botol serta tidak sulit untuk diucapkan. Tirto lalu mengubah merek produknya menjadi Aqua.

Dua tahun kemudian, produksi pertama Aqua di pasarkan dalam kemasan botol kaca ukuran 950 ml dengan harga jual Rp.75.

Bermodal Keberanian


Meskipun saat itu air mineral kemasan belum ada di Indonesia, Tirto yakin dengan langkahnya itu. Keluar dari tempat kerjanya yang mapan di Pertamina, pada 1982, Tirto mengubah bahan baku (air) yang awalnya berasal dari sumur bor ke mata air pegunungan yang mengalir sendiri. Karena mengandung bahan mineral alami yang kaya nutrisi seperti kalsium, magnesium, potasium, sodium dan zat besi.

Dengan dibantu Willy Sidharta, sales dan perakit mesin pabrik pertama Aqua, sistem distribusi Aqua dapat diperbaiki. Willy menggunakan konsep delivery door to door khusus yang menjadi cikal bakal sistem pengiriman langsung Aqua. Kemudian konsep pengiriman menggunakan dus-dus dan galon menggunakan armada yang didesain khusus yang membuat penjualan Aqua Secara konsisten membaik.

Masa-masa Sulit


tahun 1974 sampai 1978 adalah masa-masa sulit bagi perusahaan ini. Karena permintaan pembeli masih sangat rendah. Masyarakat kala itu belum mengenal air minum dalam kemasan. Ditambah harga 1 liter Aqua yang ditawarkan lebih mahal dari harga 1 liter minyak tanah.

Tapi pemilik Aqua tidak menyerah. Dengan segala usaha dan kerja keras, akhirnya Aqua sudah mulai diterima masyarakat luas. Bahkan tahun 1978, Aqua telah mencapai titik BEP. Saat itu memang produk Aqua ditujukan untuk pasar kelas menengah ke atas, baik dalam rumah tangga, perkantoran dan rumah makan atau restoran.

Pada tahun 1981, Aqua telah berganti kemasan dari yang awalnya dari botol kaca menjadi kemasan plastik sehingga melahirkan berbagai varian kemasan. Hal ini menyebabkan distribusi menjadi lebih mudah dan harga lebih terjangkau sehingga produk Aqua dapat dijangkau masyarakat dari berbagai kalangan.

Saham Aqua Dijual kepada Danone


Pada tahun 1998, karena ketatnya persaingan dan munculnya pesaing-pesaing baru, Lisa Tirto sebagai pemilik Aqua Golden Mississipi menjual sahamnya kepada Danone pada 4 September 1998 sepeninggal ayahnya Tirto Utomo. Banyak pihak menganggap akuisisi tersebut sebagai langkah tepat setelah berbagai cara pengembangan tidak cukup kuat menyelamatkan Aqua dari ancaman pesaing baru.

Dampak dari pilihan langkah ini yaitu pada peningkatan kualitas produk dan menempatkan AQUA sebagai produsen air mineral dalam kemasan terbesar di Indonesia. Kemudian pada tahun 2000, Aqua meluncurkan produk berlabel Danone-Aqua.

Artikel Terkait

Hidup memang membutuhkan motivasi, karena hidup adalah perjuangan maka kita harus mempunyai semangat juang yang tinggi.