Sunday, July 9, 2017

Permainan Traditional Mulai Ditinggalkan

Permainan Traditional Mulai Ditinggalkan - Sekitar 65 persen anak-anak di Indonesia sudah tidak lagi mengenal permainan tradisional sebagai dampak perkembangan teknologi ungakap Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia.

Permainan Traditional Mulai Ditinggalkan

Utari Soekanto selaku Ketua Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia menyatakan “Situasi ini muncul sebagai dampak perkembangan teknologi yang masif, serta kurang peran orang tua dalam mendidik anaknya,”

Hal ini ia ungkapkan di acara Seminar Parenting bertajuk “Menggali Sumber Daya Keluarga Melalui Pola Asuh Yang Positif Agar Menghasilkan Manusia Yang Bermartabat dan Berkualitas Tinggi” di Graha Hartika, Kota Bekasi.

Utari memperkenalkan kembali permainan tradisional kepada anak-anak demi meningkatkan kreativitas dan keaktifan anak dalam bermain.

“Saya ingin mereka seperti anak-anak zaman dahulu ketika belum mengenal teknologi seperti gadget. Anak-anak saat ini mulai dari usia 10 tahun ke bawah nyaris tak mengenal permainan tradisional lagi,” tambahnya

Permainan tradisional yang dimaksud berupa egrang, congklak, sondah, kelereng, petak umpat, galasin dan lainnya.

“Sekarang sudah jarang sekali ada anak-anak main kelereng, khususnya mereka yang tinggal di perkotaan,” imbuhnya.

Dia mengingatkan, pengenalan kembali permainan tradisional butuh peran penting orang tua dengan tidak memberikan gadget hingga anak beranjak dewasa.

“Anak kecil cenderung belum siap menerima gadget, dampaknya komunikasi dengan orang tua hilang. Anaknya cenderung asyik dengan dunianya sendiri main game,” ungkap utari.

Pembicara lain Yandri Sakti Kepala Bidang Fasilitasi dan Peningkatan Kompetensi pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan, komunikasi antara orang tua dan anak saat ini cenderung putus karena masuknya gadget.

“Orang tua dan anak saat ini sama-sama larut dalam dunia gadget,” kata dia.

Untuk itu, pola tersebut harus diubah kembali ke zaman sebelum ada gadget dengan orang tua selalu mendampingi anaknya bermain permainan tradisional atau permainan yang mendidik.

“Sekali pun orang tuanya adalah wanita karir, orang tua harus terus mengontrol anaknya, dan meluangkan waktu bagi anak,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Hidup memang membutuhkan motivasi, karena hidup adalah perjuangan maka kita harus mempunyai semangat juang yang tinggi.