Saturday, July 8, 2017

Menyusui Dapat Mengurangi Risiko Kanker Endometrium

Menyusui Dapat Mengurangi Risiko Kanker Endometrium - Sebuah riset terbaru dari QIMR Berghofer Medical Research Institute di Brisbane, Australia mengungkapkan, aktivitas breastfeeding atau menyusui secara konsisten dapat mengurangi risiko mengidap kanker endometrium hingga 11 persen.

Menyusui Dapat Mengurangi Risiko Kanker Endometrium

Sebanyak 17 studi menunjukan, para ibu yang memiliki bayi namun tidak menyusui bayinya terdiagnosis kanker endometrium. Dalam hal ini, para peneliti menganalisis data yang terkumpul dari partisipan studi dalam Konsorsium Epidemologi Kanker Endometrium, termasuk dari Amerika Serikat, Kanada, Eropa, China dan Australia.

Tim periset melaporkan, masa menyusui yang lebih panjang bisa menurunkan resiko kanker, walau ada sedikit manfaat ekstra saat melewati masa 9 bulan menyusui. Setidaknya seorang ibu harus menyusui bayinya selama 6 bulan.

“Kanker pada rahim menjadi semakin banyak dan kami mencoba untuk mencegahnya,” kata ketua tim peneliti dari QIMR Berghofer Medical Research Institute di Brisbane, Australia, Susan Jordan seperti dikutip dari The Guardian (3/6/2017).

Menyusui Dapat Mengurangi Risiko Kanker Endometrium

Melansir laman Mayo Clinic, kanker endometrium adalah jenis kanker yang menyerang endometrium atau lapisan rahim bagian dalam. Wanita yang terkena kanker ini biasanya akan mengalami gejala berupa keluarnya darah dari vagina meskipun bukan di masa menstruasi, nyeri di bagian panggul, nyeri saat berhubungan seksual, keluarnya nanah encer atau nanah yang disertai darah dari vagina, dan keluarnya darah dari vagina meski telah menopause. ketidakseimbangan hormon progesteron dan estrogen di dalam tubuh wanita diduga merupakan penyebab paling sering terjadinya kanker endometrium.

Berdasarkan data Badan Internasional untuk Riset terhadap Kanker, kanker endometrium menduduki peringkat keempat kanker yang banyak diderita perempuan di negara-negara berkembang seperti di Amerika Serikat, Kanada, dan Australia.

“Ketika perempuan tahu lebih mengenai hal-hal yang bisa mereka lakukan untuk mengurangi resiko diagnosis kanker ke depannya, ini lebih baik. Hal ini juga berkontribusi untuk gambaran menyeluruh terkait manfaat kesehatan dari menyusui,” papar Susan lewat surel.

Setali tiga uang dengan para peneliti, Badan kesehatan Dunia juga turut merekomendasikan pemberian ASI eksklusif pada bayi hingga enam bulan, bahkan hingga bayi mulai mengonsumsi makanan padat.

Artikel Terkait

Hidup memang membutuhkan motivasi, karena hidup adalah perjuangan maka kita harus mempunyai semangat juang yang tinggi.