Friday, June 2, 2017

Optimis atau Pesimis

Optimis atau Pesimis - Allah menciptakan manusia dengan kemampuan dan pemikiran berbeda-beda. Ada yang tabah menghadapi cobaan, sabar dalam menghadapi musibah, kuat pendirian, berjiwa tegar, tidak terpengaruh dengan berbagai kejadian atau guncangan yang menjatuhkan mental.

Optimis atau Pesimis

Sebaliknya, ada yang cepat merasa cemas, bermental keropos, lekas bosan, tidak kokoh pendirian dan melihat masa depan dengan pandangan kelam dan pesimis.

Kelompok pertama adalah sosok-sosok yang mampu menghadapi kesulitan dan perubahan kondisi. Mereka sanggup berkompetisi mengemban tugas-tugas besar dan menggapai kemuliaan yang tinggi. Mereka sulit terpengaruh penyakit putus asa, apalagi jika mereka adalah golongan Mukmin.

Golongan kedua lebih dekat dengan putus asa dari harapan. Walaupun harapan itu sangat dekat dari mereka,tetap saja semangat mereka rendah, mental kecil dan banyak putus asa. Mereka adalah golongan orang-orang yang pesimis, putus asa, sedih, dan lamban. Mereka senantiasa melihat peristiwa dari sudut pandang negative (negative thinking). Sekedar mendengar keluhan, keputusasaan dari rahmat Allah pun menimpa mereka.

Sebenarnya keruhunan mental mereka hanyalah kekalahan semu yang tak punya hakikat. Penyakit yang lahir dari kelemahan iman dan kurang yakin pada Allah, putus asa dalam urusan pekerjaan, dan sumber mata pencaharian yang sesuai dengan keinginan nafsunya dan bisa mewujudkan segala keinginannya sesuai harapan dan impiannya.

Siapa pun yang dapat memperhatikan ungkapan seseorang, dia bisa menyimpulkan itulah pandangan umumnya terhadap kehidupan ini. Hal itu juga akan menggambarkan pola pemikiran, wawasannya dan kondisi kejiwaannya.

Jika kita bisa menganalisa ungkapan kedua golongan di atas, kita akan temukan bahwa mereka menggunakan ungkapan berbeda-beda.


Ungkapan Pesimis

Ungkapan Optimis
Saya tidak bisa melakukan sesuatu Saya akan mencari solusi lain
Beginilah aku Saya bisa mencari cara lain
Saya stress Saya bisa mengendalikan perasaan
Mereka mustahil mengizinkan Saya akan temukan kesempatan walapun kecil
Saya dituntuk untuk melakukan itu Saya akan cari argument yang pas
Wajib atas aku … Saya mengutamakan …
Seandainya … Saya akan …
Itu bahaya … Ini adalah kesempatan …
Ini susah sekali … Ini adalah tantangan …
Pahamkan aku … Bantulah aku memahami …
Saya merasa tidak mampu Saya berharap Anda bisa membantu aku

Ungkapan pesimis golongan ini, makin hari makin membentuk cara berpikir dan kejiwaan pemiliknya. Pada akhirnya, ia akan merekam keterbukaan pemikiran dan kejiwaannya.

Golongan optimis mempunyai prinsip, keinginan, target, dan keputusan yang jelas, walaupun fasilitas mereka terbatas. Kesungguhan mereka akan selalu membuahkan hasil. Mereka tidak punya banyak hal, tapi mampu berbuat banyak. Bagi mereka, substansi jauh lebih berharga daripada penampilan luar. Kesuksesan mereka adalah buah jerih payah dan pemanfaatan potensi yang ada.

Harapan golongan pesimis sangat sederhana, ambisinya terbatas, jiwa mereka lemah, akal tumpul, dan gerakl lambat. Kalaupun bergerak, itu terbatas pada lingkaran yang tidak produktif. Mereka rela duduk berjam-jam di depan televisi karena tidak punya rencana. Tidak ada kegiatan yang bisa dikerjakan, tidak ada target yang patut dicapai. Mereka membeli permadani empuk, lalu berleha-leha di atasnya selama mungkin. Mereka lebih suka berbarng daripada duduk.

Mereka menganggur, meski kesempatan kerja terbuka. Ketika banyak orang berangkat kerja di pagi hari, mereka justru bermalas-malasan di tempat tidur. Sebab, pada malam hari, mereka kehilangan waktu tidur. Bisa juga, mereka pergi ke tempat kerja, yang sebenarnya hanyalah tempat kumpul kaum pengangguran.

Mereka yang optimis dan pesimis kadang hidup dalam satu rumah tangga. Terkadang mereka menyandang gelar yang sama dan mempunyai aktivitas serupa. Namun, semua itu hanya persamaan dari luar saja. Sebab, hakikatnya masing-masing berada pada dunia yang berlawanan, tidak ada yang menyatukan mereka kecuali tempat hidup.

Artikel Terkait

Hidup memang membutuhkan motivasi, karena hidup adalah perjuangan maka kita harus mempunyai semangat juang yang tinggi.