Saturday, June 10, 2017

Mengintegrasikan Toko Online dengan Media Sosial

Mengintegrasikan Toko Online dengan Media Sosial – Blog/website dan toko online kita perlu dihubungkan dengan aktivitas kita di media sosial. Setiap platform media sosial, seperti Facebook dan Twitter, sudah punya setting khusus untuk ini. Di engine blog seperti WordPress dan Blogspot juga tersedia fitur untuk berbagi apa pun yang kita lakukan ke media sosial.

Mengintegrasikan Toko Online Dengan Media Sosial

Temukan Orang-orang yang Tepat


Seperti sudah disebutkan, ada bermacam kalangan sosial di media sosial, mulai dari artis, politisi, aktivis, pejabat pemerintah, ibu rumah tangga, media massa, remaja, atlet, sampai pengusaha. Mereka aktif berkicau di Twitter dan Facebook masing-masing dan terbuka atas semua interaksi selama hal itu menarik minat mereka.

Kepada siapa kita ingin menjual produk kita? Temukan orang-orang yang tepat, lalu sapa mereka, libatkan diri dalam obrolan dan diskusi, dan hadir ketika mereka mengadakan acara. Sudah tak terhitung kerja sama bisnis yang diawali dari pertemanan di media sosial. Jika kita tidak memanfaatkan peluang ini, sungguh sangat disayangkan.

Merasa kesulitan dan buang waktu untuk menemukan orang yang tepat? Tenang. Aplikasi media sosial, seperti Twitter dan Facebook, membantu hal ini dengan fitur rekomendasi siapa saja yang perlu kita follow atau tambahkan dalam daftar pertemanan. Rekomendasi ini muncul di awal registrasi, juga memberi rekomendasi berdasarkan bidang dan minat yang kita pilih.

Berbagi Hal-Hal Menarik


Sama seperti blog, akun media sosial akan diminati banyak orang jika berbagi hal-hal menarik, bisa cerita, tips, pengalaman, kesaksian, dan banyak lagi. Jangan banjiri postingan media sosial kita dengan info jualan terus-menerus karena akan membosankan dan membuatmu kehilangan teman. Intinya, lakukan apa yang kita lakukan di blog dengan sentuhan yang sedikit berbeda dan disesuaikan dengan audiens. Sesekali berbagi artikel, berita, info atau data menarik, foto, gambar, atau video di media sosial juga bisa membuat laman media sosial kita menarik untuk diikuti lebih banyak orang.

Berinteraksi dan Mengamati


Menyapa teman, rekan bisnis, dan pelanggan selayaknya di dunia nyata, mem­buat mereka merasa diperhatikan. Perhatikan apa yang mereka sukai, tidak sukai, inginkan, tidak inginkan, dan bagaimana selera mereka. Dari situ kita bisa paham produk apa yang sebaiknya kita tawarkan pada mereka.

Menjaga Frekuensi


Tidak ada batasan sebanyak apa kita bisa memposting sesuatu di media sosial, terlebih lagi Twitter, di mana siapa saja yang berkicau paling sering justru menjadi pusat perhatian, apa lagi jika kicauannya lantang dan merdu. Namun, perlu diper­hatikan juga frekuensinya. Jangan sampai terjadi kita sangat aktif seharian di hari ini, kemudian diam membisu berhari-hari. Aturlah irama postingan agar audiens tidak terlalu mual dengan kicauan kita, tapi juga tidak menganggap kita sudah ‘mati’ sehingga mengabaikan akun kita.

Jangan Egois


Sama dengan bergaul di dunia nyata, bergaul di media sosial juga memerlukan timbal balik. Di Twitter dan Facebook sering ada sesama penjual online yang minta kita untuk meneruskan informasi yang mereka sampaikan ke teman-teman kita. Di Twitter dikenal dengan istilah Retweet atau RT, sedangkan di Facebook dikenal dengan nama Share.

Lakukanlah jika kita menganggapnya sebagai orang yang bisa diajak berteman baik. Kelak ketika kita ingin melakukan hal yang sama, orang lain kemungkinan besar akan melakukannya pula dengan senang hati. Hal ini sangat berguna bagi perkembangan bisnis online kita.

Tetap Profesional


Tidak semua pengguna media sosial adalah orang baik. Ada saja penipu, orang yang mencoba memperdaya, penyerang, atau orang yang iseng mengerjai sesama pengguna sosial. Kita akan bertemu dengan orang-orang jenis ini, walaupun kita bermaksud menjalankan bisnis secara profesional. Ketika terjadi serangan, misalnya produk kita dijelek-jelekkan atau ada yang komplain dengan kasar ten­tang layanan kita, tetaplah profesional. Usahakan jangan sampai emosi terpancing sebab hal itu bisa membuat kita mengetikkan kata-kata kasar atau makian, yang membuat citra bisnis kita ikut menjadi buruk di mata pelanggan. Lebih buruk lagi, kita bisa dikenai Undang- Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Oleh karena itu, tetaplah berusaha bersikap profesional dan menanggapi semua respons negatif dengan bahasa yang tetap sopan. Ingat, apa pun yang kita tulis di dunia maya akan abadi di sana, kendati kita menghapusnya.

Hanya 10 poin itu sajakah tips bagaimana menjalankan pemasaran di media sosial? Tentu tidak. Ada segudang tips yang akan kita dapatkan dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu. Semakin aktif di media sosial, semakin banyak celah dan ilmu yang bisa digali. Ada banyak aplikasi untuk membantu pengguna menjalankan aktivitas di media sosial, seperti TweetDeck dan Hooutsuite. Ada pula beragam aplikasi penganalisis data di media sosial yang akan sangat menolong pengguna memantau interaksi dengan akun lain. Intinya, media sosial merupakan lautan informasi yang bisa sangat berguna bagi pemasaran produk kita. Di sana juga terbuka kesempatan berinteraksi seluas-luasnya dengan berbagai kalangan yang berpotensi menjadi pelanggan kita. Jangan sia-siakan semua peluang itu sebab mayoritas penjual online sudah memanfaatkannya.

Artikel Terkait

Saat ini saya mengelola blog yang beralamat di Iumari, salam kenal dan sehat selalu.