Wednesday, May 3, 2017

Tips Malam Pertama Dalam Islam

Tips Malam Pertama Dalam Islam - Prosesi pernikahan bukan hanya untuk membentuk rumah tangga dan memperbanyak keturunan. Banyak yang harus anda lakukan ketika sudah masuk pada bahtera rumah tangga.

Tips Malam Pertama Dalam Islam

Cara mengasuh anak, cara memperlakukan suami atau istri dengan baik, bersosialisasi terhadap tetangga sebelah dan lain-lain. Sebelum memasuki dunia itu, anda akan dihadapkan pada malam yang sangat indah, biasa disebut malam pertama.

Dalam benak, mungkin tersirat malam pertama adalah malam dimana kita melakukan hubungan intim untuk pertama kalinya bersama pasangan setelah menikah. Yap emang bener sih, tapi ada hal lebih penting dari itu yaitu mempersatukan emosi serta perasaan antara keduannya.

Tips Malam Pertama Dalam Islam


Malam Pertama Dalam Islam memiliki adab dan tata cara untuk melakukannya gak asal foreplay dan penetrasi nih hehe. Adab dan tata cara berikut ini termasuk contoh utama dari Baginda Rasul Muhammad SAW, dimana beliau adalah sebaik – baiknya suri tauladan bagi umat manusia. Berikut tata cara malam pertama dalam islam yang terbagi dalam dua bagian artikel :

Niat


Niat adalah hal terpenting dalam islam, karena segala kelakuan dari manusia itu dilihat dari niatnya. Niat yang baik dalam pernikahan adalah saling menjaga kehormatan, hal tersebut didasarkan pada sabda Rasulullah SAW.

Tiga orang yang akan mendapatkan pertolongan dari Allah SWT : seesorang yang berjihad di jalan Allah, seorang budak yang menginginkan penunaian dan seorang yang menikah ingin menjaga kehormatannya. (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Hakim dari hadits Abu Hurairoh)

Mempercantik diri untuk suami


Pada malam pertama, untuk para istri hendaknya merias diri dahulu untuk suaminya dengan menggunakan alat-alat yang diperbolehkan oleh Allah SWT. Tidak diperbolehkan merias diri dengan alat yang dilarang seperti menyambung rambut, mengerok alis, mentato tubuh dan mengikir gigi.

Diperbolehkan pula menggunakan emas atau perhiasaan yang memang diperuntukkan oleh wanita. Begitu pula untuk suami pada, hendaknya merapikan diri dan tampil harum dihadapan sang istri, juga gauli istri dengan baik sesuai ajaran dalam agama.


Besikap lembut pada pasangan


Bersikap lembut saat menggauli pasangan sangat dianjurkan, selain membuat pasangan lebih nyaman, bergaul dengan lembut akan menciptakan suasana romantis. Tidak diperbolehkan dalam islam memperlakukan kasar suami atau istri anda dalam kondisi apapun.

Mendoakan pasangan mereka


Saat Malam Pertama Dalam Islam, hendaknya suami meletakkan tangannya dikening sang istri kemudian membacakan doa untuknya.

Melakukan sholat dua rakaat


Untuk bacaan sholat, bisa disari sumber sumbernya sendiri ya, banyak kok yang share bacaannya.

Karena melakukan Sunnah Rasul ini sesuai dengan ajaran Islam bakal mendapat pahala berlipat pula bukan.  Suami boleh menggauli vagina si istri dari posisi manapun yang suami sukai baik dari depan, samping ataupun dari belakang.

Jika diperbolehkan menggauli vagina dari posisi manapun, haram hukumnya menggauli dubur si istri dari posisi manapun dan dalam kondisi apapun, karena itu adalah sebuah dosa besar, yang juga telah disabdakan Rasulullah SAW : Terlaknat orang (suami) yang menggauli para wanita (yaitu istrinya) di dubur nya (yakni lubang anus)”. Bahkan menurut Sahabat Rasul, suami yang menggauli dubur istrinya diharuskan bertobat nasuha kepada Allah SWT dan berjanji tidak akan melakukannya lagi.

Berwudlu di antara dua hubungan intim


Nagih atau tegang lagi ketika selesai melakukan hubungan intim tahap pertama lalu ingin melanjutkan ke tahap kedua. Ada baiknya anda melakukan wudlu dulu sebelum melakukan intim part 2 ini. Rasulullah pun bersabda : Jika salah satu dari kalian selesai menggauli sang istri, dan ingin menambah (melakukannya) lagi, maka hendaklah ia wudhu, karena itu akan mengembalikan tenaga untuk melakukannya lagi”.

Diperbolehkan mandi bersama


Ketika selesai melakukan Malam Pertama Dalam Islam, suami istri yang sah ini diperbolehkan mandi bersama dalam satu tempat, walaupun saling melihat aurat masing-masing. Bahkan hal tersebut diperkuat dengan hadits. Aisyah r.a mengatakan, “Aku pernah mandi bersama Rasulullah dari satu tempat air, tangan kami saling berebut, dan beliau mendahuluiku, hingga aku mengatakan, “Biarkan itu untukku, biarkan itu untukku”, ketika itu kami berdua sedang junub” .

Mendatangi rumah sanak saudara


Setelah melakukan malam pertama dan sukses menggauli istri, anda pasangan baru disunnahkan untuk mengunjungi sanak family pada pagi harinya sebagai tujuan bersilaturahmi, saudara yang dikunjungi adalah saudara yang telah datang sebelumnya ke rumah anda pada acara pernikahan lalu. Ucapkan salam pada mereka, doakan mereka, dan balaslah kebaikan mereka seperti sebagaimana mestinya.

Dilarang menyebutkan aib masing-masing pasangan


Kedua pasangan setelah selesai melakukan malam pengantin sesuai ajaran islam, dan mungkin juga telah mandi bareng dalam satu tempat tentu sudah mengetahui lebih mendalam tentang suami atau istri baik dari tubuh dan bagian rahasia lain yang sebelumnya belum diketahui.

Maka kalian berdua tidak boleh menyebarkan rahasia kehidupan ranjangnya pada siapapun juga, teman, saudara bahkan ayah ibu anda. Bahkan menyebutkan kata intim atau jima’ tanpa ada tujuan pasti dan manfaat itu hukumnya makruh, karena tidak sesuai dengan akhlaq yang sudah diajarkan Rasulullah SAW.

Mengadakan resepsi


Mengadakan pesta resepsi ternyata wajib hukumnya setelah menggauli istri untuk pertama kalinya. Bahkan hal itu ada dalam hadist Buraidah bin Hushoib r.a ketika Ali bin Abi Thalib menikahi Fatimah Az-Zahra,

Rasulullah mengatakan, “Pernikahan itu harus ada walimahnya (resepsi)”. Juga sabda Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wasallam kepada Abdurrahman bin Auf, “Adakanlah walimah, walau hanya dengan (menyembelih) seekor kambing”.
Sudah selesai nih penjelasan tentang Malam Pertama Dalam Islam terkait apa yang harus dijalani dan apa yang harus dihindari. Semua didasarkan pada Hadist Rasulullah SAW. Jadi mengapa tidak ditiru karena baginda Rasul adalah sebaik – baiknya suri tauladan bagi umat manusia.

Artikel Terkait

Hidup memang membutuhkan motivasi, karena hidup adalah perjuangan maka kita harus mempunyai semangat juang yang tinggi.