Sunday, May 21, 2017

Pendidikan Tinggi Bukan Jaminan Sukses

Pendidikan Tinggi Bukan Jaminan Sukses – Sebagian masyarakat, memandang bahwa menyelesaikan pandidikan tinggi adalah sebuah kemestian. Siapa yang tak menyelesaikan pendidikan tinggi, dianggap memiliki kekurangan dalam bidang pemikiran dan pengetahuan. Pandangan seperti ini mengandung penzhaliman dalam memandang tabiat dan kemampuan manusia. Juga dari sisi hak kebangkitan dan kemajuan masyarakat kita.

Pendidikan Tinggi Bukan Jaminan Sukses

Bagi negara-negara maju, pandangan seperti ini sudah berlalu. Di negara maju seperti Jepang, jumlah mahasiswa yang melanjutkan pendidikan tinggi tidak lebih dari 30% dari jumlah siswa-siswi tamatan SMA. Sisanya, mengisi lapangan pekerjaan atau kejuruan, dan bukan perguruan tinggi.

Di Amerika Serikat, perguruan-perguruan tinggi hanya menerima mahasiswa alumni sekolah lanjutan atas sekitar 20% saja. Sisanya mengisi lapangan pekerjaan atau mengikuti pendidikan kejuruan. Bahkan 50% penduduk Amerika saat ini merasa cukup atau tidak menyelesaikan pendidikan tinggi.

Begitulah umumnya kondisi negara-negara maju yang mendahului kita dalam banyak hal. Karenanya, kita membutuhkan kesadaran peradaban yang lebih besar lagi untuk bangkit bersama masyarakat kita. Agar pandangan sempit terhadap pendidikan keterampilan di bawah kesarjanaan dapat tersingkirkan. Sebab, bukan syarat utama semua orang harus menyelesaikan jenjang pendidikan tinggi, khususnya yang memang tidak memperoleh kesempatan menyelesaikan pendidikannya di perguruan tinggi.

Pendidikan Tinggi Bukan Jaminan Sukses

Karena itu, kita perlu melihat permasalahan secara objektif dan melakukan studi ilmiah dalam bidang-bidang strategis yang belum terisi. Sebab, kesempatan berkiprah masih tersedia. Lapangan pekerjaan masih terbuka lebar. Dengan demikian, ungkapan yang berbunyi: “Pilih pendidikan atau rumah” adalah perlu disingkirkan. Karena tidak benar jika kehidupan tergantung pada ijaza perguruan tinggi.

Bengitu banyak orang yang meninggalkan ijazah perguruan tinggi dan pekerjaan kantor lalu beralih ke pekerjaan profesionalisasi, keahlian atau bisnis. Setelah itu, mereka memperoleh pemasukan bulanan yang jau lebih besar dari gaji sebelumnya, atau bahkan tak sampai separuhnya. Dengan sendirinya manfaat untuk agama, masyarakat, dan dirinya jauh lebih besar.

Artikel Terkait

Hidup memang membutuhkan motivasi, karena hidup adalah perjuangan maka kita harus mempunyai semangat juang yang tinggi.