Wednesday, May 24, 2017

Daftar Pasangan Tragis di One Piece

Daftar Pasangan Tragis di One Piece - Hampir tidak ada unsur percintaan di One Piece. Sedikit yang ada justru cenderung berujung tragis. Inilah contoh-contohnya!

Daftar Pasangan Tragis di One Piece

Coba ingat-ingat dulu siapa saja pasangan romantis di One Piece. Memang ada beberapa, sebut saja Rayleigh dan istrinya Shakky. Tapi kebanyakan tokoh di One Piece tak terlalu berminat untuk menjalin hubungan cinta.

Lalu, seperti sudah disebutkan di atas, sedikit pasangan romantis justru biasanya berakhir buruk. Akibatnya, kebanyakan tokoh di semesta One Piece tidak memiliki sosok ayah (Nico Robin), tidak memiliki ibu (ibu Sanji meninggal di usia dini), atau bahkan tak lagi memiliki orang tua.

Penasaran apa saja pasangan tragis di One Piece? Simak saja daftarnya di bawah ini!

Donquixote Homing dan Istrinya


Donquixote Homing dan Istrinya

Daftar pasangan tragis di One Piece dibuka dengan Donquixote Homing dan istrinya. Homing sendiri, tentu saja, adalah ayah dari Donquixote Flamingo dan Donquixote Rocinante.

Homing dan istrinya adalah pasangan yang sangat serasi. Walau terlahir sebagai Tenryuubito, Homing dan istrinya sama-sama baik hati. Homing bahkan begitu mulia hingga ia memutuskan untuk meninggalkan statusnya dan pergi dari Mariejois. Istrinya menunjukkan dedikasinya kepada sang suami dengan mengikutinya.

Tapi apa yang terjadi? Walau niat Homing baik, ternyata ia sangat naif dan tidak siap menghadapi keganasan dunia luar. Saat ia hendak kembali ke Mariejois, Tenryuubito tidak mau menerimanya maupun istri dan anaknya. Sang istri yang setia pun akhirnya meninggal karena sakit.

Yang membuat pasangan ini berakhir lebih tragis lagi: Homing kemudian dibunuh oleh Doflamingo, putranya sendiri.

Yasopp dan Banchina


Yasopp dan Banchina

Yasopp dan Banchina adalah salah satu pasangan serasi lain di One Piece. Dari dialognya (yang masih sangat sedikit, karena Yasopp masih jarang dapat kesempatan bicara), Yasopp sebetulnya sangat menyayangi keluarganya. Tapi penembak jitu di kru bajak laut Shanks ini merasa terpanggil untuk bertualang, jadi dia meninggalkan Usopp dan Banchina setelah Shanks datang ke pulaunya.

Sebaliknya, hingga akhir hayatnya Banchina juga tidak dendam karena Yasopp memutuskan meninggalkan anak dan istrinya untuk ikut dengan Shanks. Banchina mengagumi keberanian suaminya. Usopp sendiri tidak sampai membenci ayahnya karena cerita-cerita Banchina meyakinkan Usopp kalau ayahnya adalah seorang pahlawan.

Untuk sekarang, tidak diketahui apa Yasopp menyadari kalau Banchina telah meninggal. Sepertinya Usopp harus mengabari itu sendiri nanti, saat kru bajak laut Topi Jerami bertemu dengan kru bajak laut Shanks.

Gild Tesoro dan Stella


Gild Tesoro dan Stella

Pasangan tragis di One Piece yang lain adalah Gild Tesoro dan Stella. Tak seperti pasangan lain di daftar ini, mereka memang belum menikah. Tapi kisah mereka tetap sangat pahit.

Stella adalah seorang budak. Stella mencintai Tesoro, dan Tesoro pun demikian. Tesoro terdorong berupaya agar bisa membebaskan Stella.

Namun naas, Stella keburu dibeli duluan oleh Tenryuubito. Perlakuan Tenryuubito yang membeli Stella juga sangat buruk, karena tak lama kemudian Stella meninggal dunia.

Pada akhirnya, kegagalan Tesoro menyelamatkan Stella inilah yang membuatnya bergeser dari sosok yang masih simpatik ke penjahat utama One Piece Gold. Ia jadi terobsesi mengumpulkan uang, seakan ingin memastikan kalau kejadian seperti Stella tak akan terjadi lagi kepadanya. Namun ketamakannya juga membuatnya lebih kejam.

Kalau saja Tesoro berhasil menyelamatkan Stella, maka seluruh kejadian di One Piece Gold mungkin tak akan sampai terjadi.

Kyros dan Scarlett


Kyros dan Scarlett

Ini sebenarnya adalah pasangan yang tak terbayangkan. Kyros adalah gladiator brutal yang kemudian menjadi kapten dari pasukan Dressrosa. Di sisi lain Scarlett adalah putri dari Raja Riku Dold III.

Awalnya, Scarlett juga membenci Kyros. Namun Kyros lalu menyelamatkannya, dan persepsi sang putri kepada Kyros pun berubah. Scarlett bahkan berpura-pura mati agar dia bisa hidup tenang sebagai istri Kyros. Kyros dan Scarlett lalu memiliki putri bernama Rebecca.

Hubungan manis ini berujung pahit saat Raja Riku Dold III tumbang akibat akal-akalan Doflamingo. Pertama-tama, Kyros diubah menjadi mainan oleh Sugar. Scarlett dan Rebecca pun sama-sama melupakan keberadaan Kyros dengan total.

Tetap Kyros dalam wujud mainan mencoba melindungi istri dan anaknya. Sayang kemudian Scarlett harus menemui ajal di tangan Diamante, salah satu orang kepercayaan Doflamingo. Diamante sendiri sangat bangga terhadap prestasinya itu dan berulang kali mengatakannya untuk mengejek Rebecca.

Setidaknya tragedi panjang untuk keluarga Kyros ini masih memiliki akhir yang baik. Kyros berhasil mengalahkan Diamante di padang bunga yang merupakan makam Scarlett, dan dulunya adalah tempat tinggal dia dan istrinya. Scarlett bahkan seperti ikut-ikutan menyerang Diamante, karena eksekutif Doflamingo itu jatuh tepat ke nisan wanita itu.

Rebecca dan Kyros sama-sama sudah melewati banyak. Kyros dilupakan bertahun-tahun, sementara Rebecca harus menghabiskan waktu menjadi gladiator yang konstan dicemooh penonton. Mungkin luka batin dari mimpi buruk panjang itu tak akan sembuh sepenuhnya. Tapi setidaknya kini mereka punya harapan untuk masa depan yang lebih baik.

Gol D. Roger dan Portgas D. Rouge


Gol D. Roger dan Portgas D. Rouge

Nama lengkap ibu Ace adalah Portgas D. Rouge. Coba pikirkan itu baik-baik. Portgas D. Ace lahir dari ayah dan ibu yang sama-sama memiliki Will of D! Kalau saja jalan hidupnya lebih mendukung, dan ia tak dibebani oleh beban dari reputasi ayahnya, Ace mungkin bisa menggantikan Luffy sebagai protagonis One Piece.

Orang tua Ace sendiri, Roger dan Rouge, bisa dibilang sebagai contoh utama pasangan tragis di One Piece. Memang, percintaan dan interaksi mereka sendiri belum terlihat sejauh ini. Tapi sekelumit yang terungkap sudah menyajikan gambaran yang mengharukan.

Pertama: Gol D. Roger sekarat. Sebagai istrinya, Rouge pasti harus berurusan dengan fakta itu. Terutama karena Roger telah mulai sakit sekitar tiga tahun sebelum mencapai Raftel. Tapi alih-alih menghabiskan waktunya di sisi Rouge, Roger justru menyerahkan diri ke Angkatan Laut agar dieksekusi. Tujuannya adalah memulai era bajak laut.

Kedua: Setelah itu, Rouge yang hamil justru dalam bahaya. Angkatan Laut dan Pemerintah Dunia dengan kejam memburu serta melenyapkan bayi-bayi yang diperkirakan sebagai anak Roger.

Namun sebagai bukti cintanya kepada Roger, atau mungkin murni demi anaknya, Rouge menahan anaknya lebih lama di rahim. Tindakan ini pada akhirnya membunuh Rouge.

Mau tahu yang bikin Rouge dan Roger semakin kokoh menempati daftar pasangan tragis di One Piece? Pada akhirnya, putra yang dilindungi Rouge mati-matian justru tewas di usia muda. Ya, Ace terbunuh oleh Akainu di Perang Marineford.

Pengorbanan Rouge tidak bisa dibilang sepenuhnya sia-sia, karena Ace sempat hidup bebas dan mengukir namanya sendiri sebagai bajak laut. Namun tetap saja kematian dini Ace membuat sejarah pasangan ini semakin memilukan.

Artikel Terkait

Saat ini saya mengelola blog yang beralamat di Iumari, salam kenal dan sehat selalu.