Monday, May 1, 2017

Cara Mandi Hadas Besar yang Benar

Cara Mandi Hadas Besar yang Benar - Ada banyak sekali penyebab seseorang harus melakukan mandi besar. Mandi besar biasanya dilakukan oleh pasangan suami dan istri yang telah melakukan jimak atau bersetubuh sebelumnya. Selain itu, mandi besar juga biasanya dilakukan pada saat keluarnya sperma dari alat kelamin lak-laki. Istilah ini biasanya dikenal dengan onani, atau mimpi basah.

Cara Mandi Hadas Besar yang Benar

Dalam islam ada cara mandi hadas besar yang perlu anda ketahui langkah-langkahnya satu persatu. Mandi besar ini tidak boleh ditunda dan harus segera dilakukan. Pasalnya jika ditunda akan menyebabkan anda ketinggalan waktu untuk melakukan sholat 5 waktu. Misalnya saja anda harus sholat shubuh pada jam 5 setiap harinya. Jika tidak mandi sebelumnya maka anda akan kehabisan waktu untuk sholat shubuh.

Selain itu, mandi besar juga harus dilakukan oleh mereka yang baru saja menjadi mualaf. Orang yang awalnya kafir dan kemudian masuk islah wajib untuk menjalani kewajiban ini. Inilah tata cara yang harus anda lakukan.

Niat Mandi Hadas Besar



Anda wajib untuk menjalankan langkah ini. Niat harus anda lakukan sebelum mengawali pekerjaan, termasuk pada saat anda ingin mandi beasr tersebut.

a. Jika anda mandi besar karena melakukan onani atau mimpi basah, atau bersenggama dengan pasangan anda, maka niat yang harus anda baca adalah:

BISMILLAHI RAHMANI RAHIM NAWAITUL GHUSLA LIRAF’IL HADATSIL AKBAR MINAL JANABATI FARDLON LILLAHI TA’ALA

Artinya adalah Dengan menyebut nama Allah Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari jinabah, fardlu karena Allah Ta’ala.

b. Apabila mandi besar yang anda lakukan adalah karena haid maka niatnya sudah beda lagi. Niat yang harus anda baca adalah:

BISMILLAHI RAHMANI RAHIM NAWAITUL GHUSLA LIRAF’IL HADATSIL AKBAR MINAL HAIDI FARDLON LILLAHI TA’ALA

Artinya adalah Dengan menyebut nama Allah Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari haidl, fardlu karena Allah Ta’ala.

c. Bagi anda yang mandi besar akibat dari nifas, atau usai melahirkan, maka niat yang harus dibaca adalah sebagai berikut:

BISMILLAHI RAHMANI RAHIM NAWAITU GHUSLA LIRAF’IL HADATSIL AKBAR MINAN NIFASI FARDHAN LILLAHI TA’ALA

Artinya adalah Dengan menyebut nama Allah Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari nifas, fardlu karena Allah Ta’ala.

Cuci Kedua Telapak Tangan


Selanjutnya, anda harus mencuci telapak tangan anda sebanyak 2 – 3 kali banyaknya. Setelah itu, barulah anda bisa memulai untuk membasuh semua tubuh anda dengan air. Hal ini disunnahkan oleh Rasul dalam HR Bukhari dan muslim.

Cuci Kemaluan dengan Tangan Kiri Laku Gosokan ke Tanah


Usai mencuci telapak tangan, maka anda wajib untuk mencuci kemaluan yang anda miliki. Cara mencuci kemaluan anda tersebut adalah dengan menggunakan tangan kiri. Hal ini disunnahkan oleh Rasul dalam HR Muslim.

Wudhu



Wudhu adalah langkah selanjutnya yang wajib untuk anda lakukan. Aktivitas ini disunnahkan hukumnya. Dalam proses mandi junuh ini, beberapa ulama mengatakan bahwa mandi junub wajib diakhiri dengan mencuci kedua telapak kaki. Hal ini sebagaimana yang dilakukan pada saat anda melakukan wudhu.

Menyela dan Membasuh Pangkal Rambut


Rasulullah pernah melakukan ini pada saat mandi besar. Beliau memasukan jari jemarinya kedalam air, setelah itu menggosoknya kedalam kulit kepala. Ini biasanya beliau lakukan untuk memastikan bahwa semua anggota tubuh terkena siraman air.

Mandi Besar dan Mencuci Kaki


Setelah melakukan beberapa langkah diatas, kini anda bisa mulai mandi besar sebagaimana mandi yang anda lakukan biasanya.

Artikel Terkait

Saat ini saya mengelola blog yang beralamat di Iumari, salam kenal dan sehat selalu.