Tuesday, February 7, 2017

Mengenal Mahram, Wanita yang Haram Untuk Dinikahi

Mengenal Mahram, Wanita yang Haram Untuk Dinikahi - Apakah Mahram itu? Mahram artinya orang yang diharamkan. Jadi, wanita mahram artinya wanita yang haram untuk dinikahi.

Mengenal Mahram, Wanita yang Haram Untuk Dinikahi

Jika seorang pria akan menikah, tidak sembarang wanita yang boleh ia nikahi, karena jika seorang pria menikahi mahramnya maka bisa dikatakan pria tersebut telah melanggar syariat Islam. Karena menikahi mahram hukumnya haram.

Tiga faktor penyebab adanya mahram yaitu faktor nasab atau keturunan, pernikahan, dan susuan (ar-radhaah).

Berikut tiga faktor penyebab adanya Mahram :

A. Faktor Nasab atau Keturunan


1. Ibu kandung
2. Anak perempuan kandung
3. Bibi dari pihak ayah
4. Bibi dari pihak ibu
5. Anak perempuan dari saudara lelaki
6. Anak perempuan dari saudara perempuan
7. Saudara perempuan kandung (Kakak atau adik)

B. Faktor Susuan


1. Ibu susuan
2. Saudara susu perempuan
3. Ibu dari ibu susuan
4. Saudara perempuan ibu susuan
5. Cucu dari ibu susuan

C. Faktor Pernikahan


1. Ibu dari istri (mertua) termasuk nenek dari pihak ibu
2. Anak istri perempuan yang ibunya dinikahi
3. Istri anak kandung (menantu)
4. Ibu tiri

Di Al-Quran juga menjelaskan tentang wanita yang haram untuk dinikahi, yakni pada QS An-Nisa’ Ayat 22-23.

Allah SWT berfirman:

“Dan janganlah kamu menikahi perempuan-perempuan yang telah dinikahi oleh ayahmu, kecuali (kejadian pada masa) yang telah lampau. Sungguh, perbuatan itu sangat keji dan dibenci (oleh Allah) dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh).” (QS. An-Nisa’ Ayat 22)

Allah SWT berfirman:

“Diharamkan atas kamu (menikahi) ibu-ibumu, anak-anakmu yang perempuan, saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara ayahmu yang perempuan, saudara-saudara ibumu yang perempuan, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan, ibu-ibumu yang menyusui kamu, saudara-saudara perempuanmu sesusuan, ibu-ibu istrimu (mertua), anak-anak perempuan dari istrimu (anak tiri) yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu (menikahinya), (dan diharamkan bagimu) istri-istri anak kandungmu (menantu), dan (diharamkan) mengumpulkan (dalam pernikahan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. An-Nisa’ Ayat 23)

Sumber: PAI dan Via Al-Qur’an Indonesia

Artikel Terkait

Saat ini saya mengelola blog yang beralamat di Iumari, salam kenal dan sehat selalu.