Saturday, February 4, 2017

Kesalahan Dalam Instagram Marketing

Kesalahan Dalam Instagram Marketing - Sejak dirilis pada tahun 2010 lalu, Instagram boleh dikatakan berhasil menarik perhatian para citizen khususnya pengguna medsos(media sosial). Media sosial yang sering disingkat dengan nama Insta ini seakan telah membawa perubahan di dunia maya dan perkembangan medsos, dimana penggunanya dapat mengungkapkan ide atau perasaan dengan cara yang berbeda.

Kesalahan Dalam Instagram Marketing

Ungkapan atau ide pengguna adalah lebih berorientasi melalui gambar dan juga short video berdurasi satu menit atau kurang. Semakin menanjaknya popularitas Instagram bahkan membuat facebook mengakusisinya dan hal ini telah terealisasi pada tahun 2014 lalu.

Menurut data ter-update, diketahui bahwa terdapat sekitar 300 juta pengguna Instagram saat ini dan jumlah terus mengalami peningkatan. Dengan besarnya minat dan jumlah pengguna medsos yang ber-icon kamera ini membuat banyak brand atau pebisnis yang menggunakan Instagram sebagai sarana marketing.

Tidak dipungkiri memang jumlah penggunanya yang sangat banyak membuat Instagram menjadi alat marketing yang sangat potensial. Namun penerapan marketing lewat Instagram atau yang juga dikenal dengan istilah instagram marketing tidak akan menjadi efektif apabila dilakukan dengan cara yang salah.

Berkaitan dengan hal ini, tidak sedikit marketer ataupun pebisnis yang melakukan kesalahan dalam melakukan Instagram marketing ini.

Nah, pada pembahasan kali ini, Iumari akan mengupas beberapa kesalahan yang sering dilakukan dalam penerapan Instagram marketing.

Berikut ulasannya untuk anda:

Tidak jelas atau tidak memiliki tujuan pasti


Kesalahan pertama yang kerap ditemukan dalam penerapan instagram marketing adalah tidak adanya tujuan yang pasti dalam penggunaan Instagram. Sebagai media marketing, sebenarnya Instagram memberkan opportunity besar bagi penggunannya untuk melakukan branding atau memperkenalkan produk maupun bisnisnya.

Media sosial ini sangatlah cocok dipergunakan untuk memperkenalkan produk bisnis anda dan cara menggunakannya di kehidupan sehari-hari. Bahkan melalui Instagram, anda dapat melakukan menjawab atau menjelaskan pertanyaan dari audience/ follower anda.

Penjelasan itu ditujukan untuk produk anda melalui short video ataupun gambar. Poinnya, terdapat banyak pilihan yang dapat anda lakukan menggunakan Instagram ini.

Untuk itu, sangatlah penting untuk anda dan bisnis anda untuk mengetahui dengan jelas mengapa anda menggunakan media sosial ini dan juga strategi yang anda terapkan. Jika anda kehilangan arah dan tidak fokus pada kedua hal ini, maka usaha branding yang anda lakukan akan useless alias sia-sia.

Kualitas konten yang kurang


Sama halnya dengan menjalankan website atau blog, konten memiliki peran dan tempat yang sangat spesial dalam penerapan instagram marketing. Konten yang berkualitas (gambar ataupun video) akan memiliki kemampuan untuk menarik perhatian audience/ pengguna Instagram untuk menghentikan scroll-nya pada postingan anda.

Hal tersebutlah yang membuat mengapa selain strategi marketing, kualitas konten adalah hal yang harus anda fokuskan dalam Instagram marketing. Post-lah gambar atau video yang memiliki kualitas konten yang baik, selain itu berikan juga caption yang menarik dan memiliki kekuatan marketing.

Kesalahan dalam hal frekuensi posting


Masih berbicara mengenai kesalahan yang kerap dilakukan dalam penerapan instagram marketing. Kesalahan selanjutnya adalah berkaitan dengan jumlah postingan di akun Instagram. Banyak marketer ataupun pebisnis yang kurang mengetahui tentang frekuensi yang ideal dalam memposting konten pada akun Instagram mereka.

Mengambil data hasil studi dari Union Metrics, cukup banyak brand yang melakukan posting hingga 1 konten setiap satu jam-nya.

Sebenarnya dalam hal posting untuk instagram marketing, anda tidak perlu menjadi se-ekstrim data yang disebutkan di atas dalam memposting konten anda. Yang anda butuhkan adalah keteraturan dan juga konsisten dalam memposting konten anda.

Sebagai contoh, anda hanya dapat memposting 4 konten perharinya, maka yang perlu anda lakukan adalah mempertahankan jumlah dan juga jadwal postingan anda. Konsistensi dalam memposting akan dapat meningkatkan engagement postingan anda juga jumlah follower anda.

Untuk frekuensi posting di Instagram sendiri, frekuensi ideal untuk brand besar adalah 2 hingga 5 kali posting saja perhari.

Artikel Terkait

Saat ini saya mengelola blog yang beralamat di Iumari, salam kenal dan sehat selalu.