Thursday, February 9, 2017

Contoh Descriptive Text Tentang Bangunan

Contoh Descriptive Text Tentang Bangunan - Descriptive Text atau Teks Deskripsi merupakan satu kaedah upaya pengolahan data menjadi sesuatu yang dapat diutarakan secara jelas dan tepat dengan tujuan agar dapat dimengerti oleh orang yang tidak langsung mengalaminya sendiri.

Contoh Descriptive Text Tentang Bangunan

Descriptive Text bisa digunakan untuk menjelaskan suatu Tempat seperti bangunan, orang, atau hal-hal lain, kali ini saya akan berbagi Contoh Descriptive Text tentang Bangunan, yakni tentang Bangunan Mesjid Istiqlal, Candi Borobudur, dan Lawang Sewu.

Contoh Descriptive Text Tentang Bangunan Beserta Artinya


Istiqlal Mosque


Istiqlal Mosque is the largest mosque in Southeast Asia . This mosque is a pride for the nation of Indonesia , as a manifestation of an expression of gratitude to Allah SWT for the outpouring of His grace , the nation's Muslim -majority Indonesia can successfully fight for independence and the formation of the State of RI . Hence it is called Istiqlal mosque means FREEDOM .

After the transfer of sovereignty from the Dutch colonial government to the Republic of Indonesia in 1949, the building was an idea Istiqlal Mosque in Jakarta by Mr KH . Wahid Hasyim ( Minister of Religion in 1950) and Mr. Anwar Tjokroaminoto , hereinafter designated as the Chairman of the Istiqlal Mosque Foundation .

In 1953 the committee was formed for the construction of the Istiqlal Mosque , which is headed by Mr. Anwar Tjokroaminoto . He expressed the idea of ​​the construction of the Istiqlal Mosque to the President DR . Ir . Sukarno and has received rave reviews , even the President will fully support the construction of the Istiqlal Mosque .

In 1954 , DR . Ir . Sukarno by diangat Committee as Head of Technical Development Istiqlal Mosque , and since then he is active in the activities of the Istiqlal Mosque , among others, as Chairman of the Jury to judge the contest mockups Istiqlal .

Artinya

Mesjid Istiqlal


Masjid Istiqlal adalah masjid terbesar di Asia Tenggara. Masjid ini merupakan kebanggaan bagi bangsa Indonesia, sebagai manifestasi ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT untuk curahan kasih karunia-Nya, -majority Muslim bangsa Indonesia dapat berhasil memperjuangkan kemerdekaan dan pembentukan Negara RI. Oleh karena itu disebut masjid Istiqlal berarti kebebasan.

Setelah penyerahan kedaulatan dari pemerintah kolonial Belanda kepada Republik Indonesia pada tahun 1949, bangunan itu ide Masjid Istiqlal di Jakarta oleh Bapak KH. Wahid Hasyim (Menteri Agama pada tahun 1950) dan Bapak Anwar Tjokroaminoto, yang selanjutnya ditunjuk sebagai Ketua Yayasan Masjid Istiqlal.

Pada tahun 1953 panitia dibentuk untuk pembangunan Masjid Istiqlal, yang dipimpin oleh Mr Anwar Tjokroaminoto. Dia menyatakan ide pembangunan Masjid Istiqlal kepada Presiden DR. Ir. Sukarno dan telah mendapat sambutan hangat, bahkan Presiden akan mendukung sepenuhnya pembangunan Masjid Istiqlal.

Pada tahun 1954, DR. Ir. Sukarno oleh diangat Komite sebagai Kepala Masjid Istiqlal Teknis Pengembangan, dan sejak itu ia aktif dalam kegiatan Masjid Istiqlal, antara lain, sebagai Ketua Dewan Juri untuk menilai maket kontes Istiqlal.

Borobudur Temple


Borobudur is the biggest temple in Indonesia. Candi Borobudur is in Magelang, Central Java, notwithstanding being a clamoring vacation destination, is likewise a focal point of love for Buddhists in Indonesia, particularly in every festival of Vesak. This is steady with the importance of its name is "cloister in the slopes". Borobudur is right now assigned as one of the UNESCO World Heritage.

Borobudur was constructed around 800 BC or 9th century. Borobudur was assembled by the devotees of the Mahayana Buddha amid the rule of the Sailendra line. This temple was fabricated in the prime of the Sailendra tradition. Borobudur author, King Samaratungga from dynastic or Sailendra administration. The likelihood of this temple was manufactured around 824 AD and was finished around the year 900 AD amid the rule of Queen Pramudawardhani who is the girl of Samaratungga. While the engineers who added to construct this temple as indicated by the account of inherited named Gunadharma.

The word Borobudur itself by first composed confirmation composed by Sir Thomas Stamford Raffles, the Governor General of Great Britain in Java, which gave the name of this temple. There is no composed proof that more established who issued it the name Borobudur temple. The main archives that demonstrate the presence most established temple is Nagarakertagama book, which was composed by MPU Prapanca in 1365. In the book composed that the temple was utilized as a position of Buddhist contemplation.

The importance of the name Borobudur "cloister in the slopes", which is gotten from "bara" (temple or religious community) and "beduhur" (slopes or high place) in Sanskrit. Accordingly, as per the significance of the name Borobudur, then this spot since it was utilized as a position of Buddhist love.

Artinya

Candi Borobudur


Borobudur adalah candi terbesar di Indonesia. Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, meskipun menjadi tujuan liburan berteriak-teriak, adalah juga titik fokus dari cinta bagi umat Buddha di Indonesia, khususnya di setiap festival Waisak. Ini adalah mantap dengan pentingnya namanya adalah "biara di lereng". Borobudur sekarang ditugaskan sebagai salah satu Warisan Dunia UNESCO.

Borobudur dibangun sekitar 800 SM atau abad ke-9. Borobudur dirakit oleh umat Buddha Mahayana di tengah aturan garis Sailendra. Candi ini dibuat di puncak tradisi Sailendra. Borobudur penulis, Raja Samaratungga dari dinasti Sailendra atau administrasi. Kemungkinan candi ini diproduksi sekitar 824 AD dan selesai sekitar tahun 900 Masehi di tengah aturan Ratu Pramodhawardhani yang adalah gadis dari Samaratungga. Sementara insinyur yang ditambahkan untuk membangun candi ini yang ditunjukkan dengan rekening diwariskan bernama Gunadharma.

Kata Borobudur sendiri oleh konfirmasi tersusun pertama disusun oleh Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jenderal Britania Raya di Jawa, yang memberi nama candi ini. Tidak ada bukti bahwa tersusun lebih mapan yang dikeluarkan itu nama Candi Borobudur. Arsip utama yang menunjukkan adanya paling mapan candi buku Nagarakertagama, yang disusun oleh MPU Prapanca pada tahun 1365. Dalam buku yang terdiri bahwa candi ini digunakan sebagai posisi kontemplasi Buddha.

Pentingnya nama Borobudur "biara di lereng", yang didapat dari "bara" (candi atau komunitas agama) dan "beduhur" (lereng atau tempat tinggi) dalam bahasa Sansekerta. Dengan demikian, sesuai dengan arti dari nama Borobudur, maka tempat ini sejak dimanfaatkan sebagai posisi cinta Buddha.

Lawang Sewu


Lawang Sewu in Indonesian means "Thousand Doors". Semarang residents call it that because the building has a door and a large window doors that resembles a very large number. This building was designed by Dutch architect JF C. Citroen of Firma Klinkhamer and B.J. Quendag in 1903 and was completed in 1907. This building was originally used for offices Spoorweg Nederlands-Indische Maatschappij or NIS, the Dutch railway company.

The front of this historic building decorated by the twin towers and gothic models are divided into two, extending rearward impressive solid, big and beautiful. Lawang Sewu architectural art deco style is characterized by a growing exclusively in the era of 1850-1940 in continental Europe.

The building overlooks the Wilhelmina Park is now better known as complex Tugu Muda. In front of Lawang Sewu first tram rails crossing the city of Semarang, majoring fur â € "Jomblang. Aerial photos taken in 1927 still shows this perangkutan track.

After Japan took over the Dutch in Indonesia in 1942, the basement of this building which was formerly a sewer in the "magic" into the dungeon at once sewer water. The house is also a silent witness to a fierce battle between the people of Indonesia to the Japanese army known as the Battle of Five Days in Semarang (October 14, 1945 - October 19, 1945). To commemorate the historic event, a few years later, the government built a stele in the courtyard Wilhelmina Park is now known as Monument Muida

Ancient buildings and magnificent two-story after independence used as Indonesia Railway Bureau office (DKARI) or now PT Kereta Api Indonesia. Moreover once used as the Office of National Infrastructures Regional Military Command (Kodam IV / Diponegoro) and Regional Office (Regional Office) Department of Transportation Central Java.

Given Lawang Sewu has important historical value, then the Government of Semarang with SK Wali Kota 650/50/1992, enter Lawang Sewu as one of the 102 ancient or historic buildings in the city of Semarang that should be protected.

Currently Lawang Sewu is under renovation to repair parts of buildings that have been damaged due with age.

Artinya

Lawang Sewu


Lawang Sewu di Indonesia berarti "Seribu Pintu". Warga Semarang menyebutnya itu karena bangunan memiliki pintu dan pintu jendela besar yang menyerupai jumlah yang sangat besar. Gedung ini dirancang oleh arsitek Belanda JF C. Citroen dari Firma Klinkhamer dan BJ Quendag pada tahun 1903 dan selesai pada tahun 1907. Gedung ini awalnya digunakan untuk kantor Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS, perusahaan kereta api Belanda.

Bagian depan bangunan bersejarah ini dihiasi oleh menara kembar dan model gothic dibagi menjadi dua, memperluas ke belakang mengesankan padat, besar dan indah. Lawang Sewu seni arsitektur deco ditandai dengan tumbuh secara eksklusif di era 1850-1940 di benua Eropa.

Bangunan menghadap Wilhelmina Park sekarang lebih dikenal sebagai kompleks Tugu Muda. Di depan Lawang Sewu rel trem pertama melintasi kota Semarang, jurusan bulu â € "Jomblang. Foto Aerial diambil pada tahun 1927 masih menunjukkan pengangkutan lagu ini.

Setelah Jepang mengambil alih Belanda di Indonesia pada tahun 1942, ruang bawah tanah bangunan ini yang sebelumnya selokan di dalam ruang bawah tanah "ajaib" di air selokan sekali. Gedung ini juga menjadi saksi bisu pertempuran sengit antara rakyat Indonesia dengan tentara Jepang yang dikenal sebagai Pertempuran Lima Hari di Semarang (14 Oktober 1945 - 19 Oktober 1945). Untuk memperingati peristiwa bersejarah, beberapa tahun kemudian, pemerintah membangun prasasti di halaman Taman Wilhelmina yang sekarang dikenal sebagai Monumen Muida

Bangunan kuno dan megah berlantai dua setelah kemerdekaan digunakan sebagai kantor Biro Kereta Api Indonesia (DKARI) atau sekarang PT Kereta Api Indonesia. Selain itu pernah digunakan sebagai Kantor Nasional Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV / Diponegoro) dan Kantor Wilayah (Kanwil) Departemen Perhubungan Jawa Tengah.

Mengingat Lawang Sewu memiliki nilai sejarah penting, maka Pemerintah Kota Semarang dengan SK Wali Kota 650/50/1992, masukkan Lawang Sewu sebagai salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang yang harus dilindungi.

Saat ini Lawang Sewu sedang dalam renovasi untuk memperbaiki bagian-bagian bangunan yang telah rusak karena dengan usia.

Itulah Contoh Descriptive Text Tentang Bangunan, semoga bermanfaat.

Artikel Terkait

Saat ini saya mengelola blog yang beralamat di Namina, salam kenal dan sehat selalu.