Wednesday, January 4, 2017

Perantau Muda Yang Sukses dengan Modal Kecil

Perantau Muda Yang Sukses dengan Modal Kecil - Kesuksesan tidak pernah memandang gender maupun usia seseorang. Siapa saja bisa sukses apabila tekun dan tidak pantang menyerah. Begitu banyak pemuda sekarang ini yang mendapatkan kesuksesan dari hasil usahanya sendiri seperti Ahmad Anggoro.

Perantau Muda Yang Sukses dengan Modal Kecil

Ahmad Anggoro lahir di Kediri tahun 1991. Setelah lulus SMK, Ahmad Anggoro merantau ke Jakarta Timur. Ekonomi keluarganya yang bisa dikatakan rendah membuatnya bertekad untuk meraih kesuksesan di kota metropolitan itu. Dengan uang secukupnya, ia memutuskan untuk tinggal di kontrakan kecil.

Setelah 2 bulan bekerja sebagai buruh pabrik kayu, kemudian ia bekerja sebagai penjaga warnet yang gajinya juga tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya di kota metropolitan. Hal tersebut sempat membuatnya lengah, tetapi kemudian ia berpikir keras. Ia mencari tahu pekerjaan sampingan yang bisa membuatnya sukses.

Saat ia melihat iklan di internet yang menayangkan kaos, tiba-tiba ia memiliki ide besar untuk membuka usaha clothing. Ia menyadari keahliannya dalam menggambar dan desain grafis selama ini tidak ia manfaatkan dengan baik. Setelah melihat peluang yang begitu besar untuk menjalankan usaha clothing dengan banyaknya peminat di kalangan pemuda, disinilah kemudian kisah suksesnya dimulai.

Tabungan yang ia hasilkan dari gaji sebagai penjaga warnet ia gunakan sebagai modal untuk membuka usahanya. Dengan modal 2 juta ia memulai bisnis clothing yang menurutnya bisa membuatnya sukses.

Ahmad Anggoro belajar sablon otodidak


Perantau Muda Yang Sukses dengan Modal Kecil

Ahmad anggoro belajar secara otodidak tentang sablon karena sebelumnya ia belum banyak mengetahuinya. Kemudian ia memulai dengan membeli kaos dengan jumlah banyak. Untuk gambarnya ia desain sendiri dan kemudian ia serahkan ke tukang sablon untuk mencetak desain kaosnya.

Hasil kaosnya kemudian Ahmad Anggoro pasarkan ke teman-temannya melalui sosial media pada tahun 2010. Tetapi ternyata sudah ada produk yang terkenal sehingga karya Ahmad Anggoro tidak laku dan mengalami kerugian. Tidak hanya itu saja, uang hasil penjualannya yang sedikit dicuri oleh temannya.

Tetapi Ahmad Anggoro tidak menyerah. Dengan keyakinannya untuk sukses, ia berpikir keras kembali. Ia tetap mendesain kaos, tetapi desainnya kemudian ia kembangkan sesuai dengan trend yang ada. Kemudian produk yang ia pasarkan semakin terkenal dan dibanjiri oleh pembeli.

Pemuda kelahiran kediri ini pada tahun 2011 mengembangkan usahanya dengan menjual produk selain kaos seperti dompet, tas, dan pakaian lainnya. Di usianya yang masih terbilang muda ini, ia dapat menghasilkan omset sekitar 100 juta per bulannya. Tidak hanya itu, ia juga membuka lapangan pekerjaan bagi 50 orang untuk bekerja di tempat usahanya.

Artikel Terkait

Saat ini saya mengelola blog yang beralamat di Namina, salam kenal dan sehat selalu.