Saturday, August 13, 2016

Cara kalimat pembuka artikel disukai pembaca

Cara kalimat pembuka artikel disukai pembaca - Hanya 2 dari 10 orang yang tetap membaca artikel ini, setelah beberapa menit ketika artikel ini di terbitkan, sepertinya orang itu cuma ada kamu dan saya.


Perlu kamu ketahui bahwa dari sekian banyak orang yang membaca halaman web/blog, hampir 79 persen pembaca terbiasa memindai halaman, mencari dan memilih kata-kata individu atau kalimat yang menarik menurut mereka.

Sangat sedikit orang yang mau membaca halaman tersebut kata demi kata [1]. Fakta menarik ini tentu saja cukup mengkhawatirkan bagi kamu yang rajin mengeluarkan artikel demi mengejar jumlah artikel yang harus diterbitkan.

Sangat disayangkan apabila setelah kamu bersusah payah membuat artikel yang baik dan membuat judul postingan yang menarik, hanya untuk ditinggalkan pembaca !

Cuma karena kalimat pembuka artikel kamu, kehilangan momentum untuk menarik minat pembaca. Jadi apa yang harus dilakukan pada kalimat pembuka artikel untuk menarik perhatian pembaca ?

Bagaimana kamu bisa membuat orang membaca artikel kamu sampai akhir ?

"Kalimat pembuka artikel harus memiliki emosi yang mengikat pembaca"

Maksudnya? Ketika kamu menuliskan kalimat pembuka, kalimat tersebut perlu memberikan kesan dan pesan kepada pembaca untuk berfikir dan mengikuti kalimat pembuka artikel yang kamu buat, sehingga mereka memutuskan sesuatu dalam pikiran mereka,

lalu secara sadar atau tidak mereka akan melanjutkan membaca dan terus membaca artikel tersebut.

Berikut 5 cara efektif yang bisa kamu gunakan untuk membuat paragraf pembuka yang menarik di artikel kamu dan mampu mengikat emosi pembaca.

1. Ajukan pertanyaan di awal kalimat pembuka


Perlu kamu ketahui, bahwa menjawab sebuah pertanyaan, baik saat membaca ataupun dengan pertanyaan langsung, merupakan salah satu sifat alami yang dimiliki oleh setiap orang.

Dengan mengajukan pertanyaan didalam kalimat pembuka artikel, kamu dapat mencoba membawa emosi pembaca menjadi sebuah keingintahuan.

Dalam penggunaannya, menanyakan sebuah pertanyaan merupakan salah satu cara yang baik untuk memaksa pikiran pembaca mengidentifikasi sebuah masalah yang akan kamu paparkan dalam keseluruhan artikel kamu (tentu yang berfungsi sebagai cermin jawaban dari pertanyaan tersebut).

Untuk menggunakan pertanyaan sebagai kalimat pembuka artikel kamu, perhatikanlah hal-hal dibawah ini :

1a. Ajukan pertanyaan didalam kalimat pembuka artikel yang bersifat retorika

Pertanyaan retorika pada kalimat pembuka disini dimaksudkan sebagai sebuah pertanyaan yang tidak mudah dijawab oleh pembaca.

Pertanyaan tersebut lebih ditujukan untuk membentuk sebuah mindset ataupun poin penting yang mengumpulkan asumsi pembaca. Coba kamu baca contoh pertanyaan berikut :

Apa yang akan kita lakukan terhadap rendahnya performa blog kamu ?

Bagaimana kamu mampu menyelesaikan masalah seperti yang dilakukan Budi ?

1b. Hindari pertanyaan pada kalimat pembuka artikel yang jawabannya terbatas, contohnya:

Apakah kamu suka ngeblog ?

Benarkah kamu membutuhkan traffik yang tinggi dalam blog kamu ?

Pertanyaan pertanyaan tersebut memiliki jawaban yang sangat terbatas, yaitu ya atau tidak. Hindari penggunaan pertanyaan seperti pada contoh 1b dalam kalimat pembuka supaya pembaca tidak menutup pemikiran mereka karena pertanyaan yang kamu ajukan sudah terjawab tuntas.

Mengajukan pertanyaan retorika dalam kalimat awal akan membangun jalur psikologis yang sama terlebih dahulu.

Pembaca menerima asumsi yang mengambang untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Hal ini tentu dapat berguna, namun jika kamu menerangkan jawaban dengan asumsi yang menyerang ataupun tidak pas, bersiaplah artikel kamu akan dengan mudah ditinggalkan pembaca .

2. Kalimat pembuka artikel yang membuka kembali pikiran atau ingatan pembaca


Kalimat pembuka yang berisi sebuah ajakan untuk menggulir pikiran pembaca kedalam memori mereka di masa lampau merupakan cara yang cukup efektif dan sering dipraktekkan oleh sebagian blogger saat ini.

Membuka kalimat dengan cara mengingatkan pembaca akan hal-hal sama yang pernah mereka rasakan dapat membantu mengeluarkan rasa penasaran si pembaca, sehingga mampu menarik minat pembaca untuk melanjutkan membaca artikel kamu secara keseluruhan hingga akhir.

Cara yang satu ini bisa kamu lakukan dengan memulai kalimat dengan kata-kata

"Coba kamu bayangkan..., Apa jadinya jika…, Apakah kamu ingat ketika…, dan lain sebagainya".

Mengajak pembaca untuk kembali membuka ingatan dan pikiran, sepintas akan membawa emosi mereka kembali ke masa lalu mereka.

Hal ini akan mengaburkan sedikit keinginan pembaca ketika mereka enggan meneruskan membaca artikel yang sudah kamu buat.

3. Tulislah sebuah anekdot atau sebuah kutipan di awal kalimat pembuka


Seperti kita ketahui, banyak publik speaking yang memulai pembicaraan dengan kalimat pembuka yang berisi cerita singkat namun menghibur, dan ini sering mereka lakukan sebagai salah satu cara untuk dapat menarik perhatian pendengarnya dengan lebih mudah.

Hal ini tentu juga berlaku untuk artikel didalam blog kamu.

Dengan menyisipkan cerita lucu pada kalimat pembuka artikel, maka secara tidak langsung kamu mengikatkan emosi pembaca untuk masuk kedalam artikel sehingga mereka dapat dengan mudah tertawa.

Hal ini akan sangat membantu kamu untuk mengantarkan poin penting yang akan kamu sajikan dalam topik artikel yang akan kamu bahas. Berikut beberapa tipe anekdot/certia lucu yang bisa kamu gunakan pada paragraf pembuka :

3a. Cerita lucu tentang suatu hal yang pernah terjadi dalam kehidupan kamu

Menceritakan hal lucu yang pernah terjadi dalam kehidupan kamu akan menjadikan kamu menjadi seseorang yang lebih ahli dalam mengolah cerita untuk sebuah anekdot beserta makna didalamnya. Tentu pembaca akan lebih senang membaca anekdot kamu yang benar-benar segar dan baru.

3b. Anekdot yang benar-benar lucu dan bisa membuat pembaca tertawa

Banyak anekdot yang memang sangat lucu dan sudah terkenal, namun begitu, pengunjung yang datang ke blog kamu belum tentu pernah membaca anekdot tersebut. Jadi tidak ada salahnya kamu mencoba memasukkan anekdot yang benar-benar lucu kedalam paragraf pembuka sehingga mampu membuat pembacamu tersenyum-senyum bahkan tertawa.

Ketika menggunakan anekdot, kamu perlu memperhatikan kesesuaian dengan topik artikel . Jangan sampai akhirnya kamu menjadi kesulitan menyambungkan anekdot yang kamu masukkan dalam paragraf pembuka dengan topik artikel yang akan kamu paparkan dalam artikel.

Sedangkan untuk penggunaan kutipan dari seorang pakar atau orang terkenal yang kamu masukkan kedalam kalimat pembuka artikel kamu, merupakan sebuah bukti (umpan) yang cukup akurat sehingga pembaca mau mempercayai poin artikel yang sedang mereka baca.

4. Temukan cara untuk menceritakan akhir artikel tanpa mengakhiri artikel


Salah satu cara yang bisa kamu pakai untuk membuat kalimat pembuka yang menarik adalah dengan memanfaatkan kalimat akhir dalam artikel kamu.

Menceritakan kembali informasi sebelum ending cerita dan membungkusnya menjadi kalimat pembuka merupakan salah satu cara untuk menarik minat pembaca untuk mengetahui lebih lanjut isi artikel kamu sebenarnya.

Cara ini memerlukan latihan yang cukup sering karena dibutuhkan pemotongan kalimat yang tepat supaya pembaca tetap membaca dan mencari akhir dari artikel kamu (Seperti kamu ketahui sebuah akhir/ending artikel selalu terletak di bagian akhir artikel tersebut).

5. Tampilkan fakta menarik yang mengejutkan pembaca


Berbicara tentang fakta, tentu dibutuhkan sumber yang akurat sehingga artikel kamu tidak dianggap artikel yang hanya "ngecap" saja.

Membuka paragraf dengan fakta yang mengejutkan (misalnya kamu memperoleh kunjungan sejumlah 10.000 pengunjung unik dari blog yang berusia 1 bulan) merupakan salah satu cara yang cukup ampuh untuk menarik minat pembaca di awal kalimat pembuka.

Yang perlu dicatat ketika kamu memasukkan fakta yang mengejutkan kedalam kalimat pembuka adalah fakta yang kamu paparkan harus relevan dan tidak bohong, pembaca akan sangat menghargai dan tertarik terhadap artikel kamu.

Karena salah satu inti dari suksesnya artikel blog adalah banyaknya jumlah kunjungan pembaca yang datang untuk membaca artikel yang kamu tulis.

Cara lain dalam memaparkan sebuah fakta dalam kalimat pembuka adalah menggunakan fakta yang tidak ada kaitannya dengan topik artikel kamu, sebagai contoh :

"Borobudur telah dikunjungi jutaan wisatawan mancanegara beberapa tahun belakangan ini , mari kita berharap trafik blog kamu segera meningkat tajam"

(Apa kaitannya Borobudur dengan trafik blog ? ) kamu bisa memberikan contoh lain yang lebih spesifik, tepat dan sejalan dengan topik artikel kamu, namun dengan menggunakan cara ini, dapat memberikan kejutan bagi pembaca.

Fakta yang tidak terkait ini akan membuat pembaca berfikir "Gimana ceritanya si Ceking ini bisa menyambungkan hal tersebut kedalam topik artikelnya ?" . Intinya, fakta yang mengejutkan akan membawa pembaca untuk berfikir "ini kan ga mungkin bisa, tapi.... mungkin bisa juga kali yah ?". Apapun argumennya , hal ini merupakan salah satu cara untuk menarik minat pembaca.

Kesimpulan


Membuat kalimat pembuka artikel yang menarik dan mampu mengena disisi emosi pembaca, tentu akan membuat pembaca menjadi betah untuk berlama-lama membaca di blog kamu.

Intinya adalah kalimat yang kamu gunakan mampu mengajak pembaca untuk berfikir namun tidak berlebihan sehingga mereka tidak merasa terganggu dengan pertanyaan yang kamu tuliskan.

Demikianlah beberapa kiat yang dapat saya berikan untuk membuat kalimat pembuka artikel menarik dalam sebuah artikel yang bisa memaksimalkan artikel kamu sebagai referensi bacaan pengunjung.

Bagaimana dengan kalimat pembuka artikel kamu apakah sudah cukup menarik? ada yang mau menambahkan ? Silahkan tulis komentar dan saran kamu di kolom komentar.

Artikel Terkait

Saat ini saya mengelola blog yang beralamat di Iumari, salam kenal dan sehat selalu.