Monday, July 11, 2016

Media Planning dan Contohnya

Media Planning dan Contohnya - Media Planning adalah suatu proses dalam merancang suatu tata cara pelaksanaan yang menunjukkan bagaimana suatu komunikasi pada suatu waktu dan tempat akan digunakan sebagai kontribusi dalam mencapai tujuan marketing (Webmedia Independen).

Media Planning dan Contohnya

Media Planning is defined as the process of designing a course of action that shows how advertising time and space will be used to contribute to the achievement of marketing objective (Bolen, 1986:464).

Fill (1995:324): “the aim of the media plan is to devise an optimum route for delivery of promotional message to the target audience”.

Tugas utama Perencana Media (Media Planner)


Memberikan jawaban terhadap pertanyaan:

“Bagaimana cara terbaik untuk menyampaikan iklan kepada calon pembeli dari suatu produk atau jasa”

BUKAN: menjual produk atau jasa yang diiklankan,

TETAPI: menyampaikan iklan/pesan kepada khalayak yang tepat, yaitu khalayak sasaran yang dijabarkan dalam strategi pemasaran

Tantangan Utama

Fungsi Media Planner

Menyampaikan iklan secara

EFEKTIF


dan

EFISIEN



EFEKTIF :

Mencapai khalayak sasaran yang tepat

Menjangkau jumlah khalayak sasaran yang memadai

Frekuensi pemasangan yang memadai

Jangka waktu kegiatan

Penjadwalan kegiatan

Jangkauan geografis

Penempatan iklan dalam media terpilih

EFISIEN :

Murah belum tentu efisien

Mahal belum tentu efektif

Konsep efisiensi:

Harga yang dibayar per kontak terhadap khalayak sasaran, harga per pemirsa, pembaca, pendengar, dsb

CPM (cost per mile /thousand): biaya untuk menjangkau 1000 orang

CPRT/CPT (Cost Per rating Point): biaya untuk mendapatkan 1 rating point

Tugas Utama Departemen Media :

Memberikan saran mengenai cara terbaik untuk menyampaikan komunikasi/pesan pengiklan kepada khalayak sasaran

Melaksanakan pembelian tempat dan pemasangan iklan di media sesuai dengan rencana yang disetujui

Melaporkan hasil pemasangan iklan di media

Peran Dept. media dan Perusahaan Periklanan

Memberikan masukan pada departemen kreatif mengenai bentuk-bentuk kreatif (iklan) yang memungkinkan dengan mempertimbangkan anggaran yang ada, misalnya:

Media cetak: ukuran yang memungkinkan; jenis kertas yang digunakan, bentuk tampilan, B/W atau Color)

Media elektronik: durasi, bentuk-bentuk khusus (opening/closing billboard, bumper in/out, tag on,dll)

Sedangkan media buying dalam kegiatan perklanan adalah merupakan aktivitas dalam memilih institusi media, memonitoring dan mengevaluasi hasil dari kegiatan media planner. Fungsi yang dijalankan adalah pertama meliputi penyediaan informasi bagi media planner misalnya rating acara atau positioning suatu media, kedua negosiasi harga pembelian dan penyewaan waktu dan ruang pada suatu media, ketiga memonitor pelaksanaan kegiatan iklan seperti menghitung jumlah target audience yang tereksposure atau memonitor jadwal pelaksanaan iklan. Keempat mengevaluasi akumulasi efetivitas .kegiatan periklanan melalui media tertentu.

Kegiatan periklanan bisa dikatakan efektif, bilamana target audience atau sasaran iklan mampu dicapai. Untuk mencapai itu maka diperlukan perencanaan dan pemilihan media yang tepat. Untuk mendukung pendapat mengenai pentingnya perencanaan media iklan yang akan digunakan sebagai penyampai pesan iklan, Melvin de Fleur mengungkapan teori mengenai komunikasi satu tahap yang mempunyai sifat sifat :

Mengakui bahwa tidak semua media memiliki kekuatan atau pengaruh yang sama terhadap audience.

Memperhitungkan peranan selektivitas, sebagai faktor yang menentukan didalam penerimaan pesan oleh audience.

Mengakui kemungkinan timbulnya reaksi yang berbeda beda dari audience terhadap pesan komunikasi yang sama.

CONTOH MEDIA PLANNING


Informasi Produk

Perusahaan : NESTLE

Brand : Nescafe

Khalayak Sasaran : 15 +

Geografi : Nasional

Periode : Juli 2014 – Desember 2014

Media : Cetak

Tujuan Media Placement


1. Memperkuat Brand Awareness Nescafe Pada Target Sasaran

2. Mendorong khalayak untuk memilih dan beralih pada Nescafe

3. Mencapai 85% khalayak sasaran dengan frekuensi rata-rata melihat minimal 3x


Analisa Persaingan Media

Kompetitor :

- Kopi Kapal Api

- Torabika

- Indocafe

- Top Kopi


Total Belanja

*Harga Paket Iklan di Koran Kompas tahun 2014

Banner Halaman 1 Reguler (FC), 7Kolom x 100 mm, 1 kali terbit = Rp. 330.000,00

Dan pemasangan iklan untuk kopi dalam seminggu 3x selama 4 bulan, diskon 30%. ialah

3 x 4 Minggu x 6 bulan x Rp. 330.000 = Rp. 23.760.000,00.

Diskon 30% = Rp. 23.760.000 x 30 : 100 = Rp. 6.828.000,00

Rp. 23.760.000 – Rp 6.828.000 = Rp. 16.932.000 (harga setelah diskon)

Ppn 10% = Rp. 16.932.000 x 10 : 100 = Rp. 1.693.200

16.932.000 + 1.693.200 = Rp. 18.625.200,00

Strategi Media


o Menggunakan strategi bauran media untuk memperluas jangkauan penetrasi dan menambah frekuensi

o Media Cetak digunakan untuk menyampaikan pesan dari iklan tersebut secara lebih lengkap dan untuk menjangkau khalayak sasaran yang lebih selektif.

Komposisi Pemilihan Program

Pada bulan juli - September

-sport 10%

-entertainment 40%

-Series 40%

-news 10%

Pada bulan Oktober - Desember

-entertainment 50%

-Series 40%

-news 10%

Strategi Media Cetak


è Menampilkan ikan display warna untuk menyampaikan iklan Nescafe dengan lebih menarik, sebagai pengingat untuk para pembasa

è Memilih Surat kabar yang memiliki tingkat kepembacaan yang tinggi di daerahnya

è Menampilkan pesan yang sesuai dan dapat menarik minat pembaca

è Pemasangan pada koran, majalah serta tabloid guna memperluas media cetak yang akan digunakan

è Sasaran yakni kalangan menengah kebawah hingga menengah keatas dengan menggunakan media cetak

è Pemasangan iklan pada tabloid dan majalah untuk mengajak remaja 15 tahun ke atas membeli produk nescafe

è Pemasangan iklan pada koran untuk mengajak orang tua membeli produk nescafe

Media Outline


Media Outline , Media Planning, Media Planner

Media Outline (Juli - Desember)

Silakan tinggalkan komentar berupa saran atau kritikan Anda.

Artikel Terkait

Saat ini saya mengelola blog yang beralamat di Iumari, salam kenal dan sehat selalu.