Sunday, July 31, 2016

Cara Melakukan Sujud Sahwi

Cara Melakukan Sujud Sahwi - Anda belum tahu cara melakukan sujud sahwi? Sujud sahwi dilakukan apabila anda sedang mengerjakan shalat, namun anda lupa mengerjakan salah satu rukun shalat atau anda ragu sudah atau belum melakukan salah satu rukun shalat tersebut. sedangkan, hukum dari sujud sahwi adalah sunnah muakad atau sunnah yang dianjurkan.

Cara Melakukan Sujud Sahwi

Hal tersebut dipertegas dengan Hadits sebagai berikut :

Diriwayatkan bahwa Abu Sa’id Al-Khudri, ia berkata,

“Rasulullah SAW bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian ragu di dalam solatnya sehingga ia tak tahu lagi apakah ia sudah melakukan solat sebanyak tiga rakaat atau empat rakaat, hendaklah dibuangnya keraguan itu dan yang ia yakini, kemudian hendaknya ia sujud sebanyak dua kali sebelum melakukan salam. Sekiranya ia telah melakukan solat 5 Rakaat, bererti solatnya telah digenapkan dengan Sujud sahwinya itu. Dan sekiranya ia solat tepat empat rakaat, dua sujud itu menghinakan bagi Syaitan.” (HR. Ahmad dan Muslim).

Penyebab Sujud Sahwi


Penyebab sesorang melakukan sujud sahwi secara syar’i terdiri dikarenakan terjadi kekurangan atau kelebihan rakaat, tidak atau lupa mengerjakan tasyahud awal, dan terdapat keraguan. Berikut ini, saya jelaskan secara rinci empat hal yang menyebabkan sujud sahwi tersebut.

1. Lupa atau Meninggalkan Rukun Shalat

Apabila anda shalat dan tanpa sengaja atau lupa meninggalkan salah satu rukun shalat. Kemudian, anda ingat sebelum memulai bacaan pada rakaat selanjutnya. Maka anda harus kembali untuk mengerjakan rukun tersebut dan terus mengerjakan rukun-rukun lainnya secara tertib. Kemudian melakukan sujud sahwi di akhir shalatnya.

Namun, jika anda ingat setelah membaca bacaan shalat pada rakaat selanjutnya. Maka shalatnya menjadi batal dan anda harus mengulangi shalat dan menyempurnakannya.

2. Lupa atau Meninggalkan Tasyahud Awal

Apabila anda tanpa sengaja atau lupa meninggalkan tasyahud awal dan anda ingat ketika belum sempurnanya berdiri anda. Maka hendaklah anda duduk kembali untuk melaksanakan tasyahud awal dan tidak perlu melakukan sujud sahwi.

Namun, jika anda ingat tidak mengerjakan tasyahud awal setelah berdiri dengan sempurna. Maka, melanjutkan shalatnya tanpa duduk kembali untuk tasyahud awal. Kemudian melakukan sujud sahwi.

Hal tersebut dipertegas dengan hadits berikut ini :

“Jika salah seorang di antara kalian berdiri dari rakaat kedua, tetapi belum sempurna berdirinya, duduklah dan jika berdirinya sudah sempurna, janganlah ia duduk, kemudian sujud sahwilah dua kali sujud” ( HR. Turmudzi, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ahmad).

3. Ragu dalam Bilangan Rakaat Sahalat

Apabila anda ragu-ragu dalam bilangan rakaat shalat yang telah dilakukan, misalnya tiga atau empat rakaat. Maka, sebainknya anda mengingat-ingat lagi dan memilih mana yang lebih yakin menurut anda. namun, jika tidak ada keyakinan atas hal tersebut, maka hendaknya anda memilih bilangan rakaat yang paling sedikit. Kemudian, melakukan sujud sahwi di akhir shalat anda. Hal tersebut dipertegas dengan hadits berikut ini :

“Jika seseorang di antara kalian lupa dalam shalatnya, kemudian ia tidak tahu apakah ia salat satu rakaat atau dua rakaat, hendaklah ia memastikan satu rakaat. Jika ia tidak mengetahui apakah dua rakaat atau tiga rakaat hendaklah ia memastikan dua rakaat. Jika ia tidak mengetahui tiga rakaat atau empat rakaat hendakalah ia memastikan tiga rakaat. Kemudia ia sujud sahwi sebelum salam” (HR Turmudzi, Ibnu Majah, dan Ahmad).

Setelah anda memahami hal-hal yang menyebabkan anda melakukan sujud sahwi. Barulah anda dapat memperhatikan cara melakukan sujud sahwi. Perhatikan cara-caranya di bawah ini.

Cara Melakukan Sujud Sahwi


Ketika anda melakukan sujud sahwi, bacaan yang dibaca sama saja dengan anda melakukan sujud di dalam shalat, yaitu : subhana rabbiyal a’la wa bihamdih. Sedangkan, pelaksanaan melakukan sujud sahwi terbagi atas tiga bagian, yaitu:

1. Jika sujud sahwi dilakukan karena adanya kekurangan dalam rukun shalat, seperti tidak melaksanakan tasyahud awal. Maka, sujud sahwi dilaksanakan sebelum salam agar shalatnya menjadi sempurna.

2. Jika sujud sahwi dilakukan karena adanya kelebihan, seperti kelebihan jumlah rakaat. Maka, sujud sahwi dilaksanakan sesudah salam.

3. Jika sujud sahwi dilakukan karena adanya keraguan atau mengingat-ingat. Maka, sujud sahwi dilaksanakan sesudah salam.

Para ulama masih memeperdebatkan berkenaan dengan pelaksanaan sujud sahwi tersebut apakah dilakukan setelah atau sebelum salam. Wallahu a’lam bishshawab.

Artikel Terkait

Saat ini saya mengelola blog yang beralamat di Iumari, salam kenal dan sehat selalu.